Cegah Diabetes Bersama "Gerakan Indonesia Lawan Diabetes"

Bagi sebagian orang yang telah sadar, Diabetes menjadi momok besar yang sangat menakutkan. Ya, penyakit ini memang tidaklah menular seperti beberapa penyakit mematikan lainnya tetapi yang membuatnya mematikan adalah penyakit ini tidak dapat disembuhkan. Bagi kamu yang belum mengetahui fakta ini pastilah sangat terkejut bukan? Tenang saja karena meski tidak dapat disembuhkan, penyakit ini dapat dikontrol dengan pola hidup dan obat-obatan yang sesuai.
Sebelum kita membahas diabetes lebih jauh, tahukah kita apa definisi diabetes itu? Menurut Menkes Ibu Nila Moeloek, diabetes merupakan suatu kondisi dimana kadar glukosa dalam darah meningkat disebabkan kadar penurunan kadar insulin dalam tubuh. Diabetes sendiri terbagi lagi menjadi diabetes tipe satu dan tipe dua?
Diabetes tipe satu biasanya terjadi pada orang dewasa muda atau anak-anak karena pankreas yang tidak dapat memproduksi insulin. Sedangkan diabetes tipe dua adalah kondisi dimana pankreas menghasilkan jumlah insulin yang kurang memadai, hal ini biasa terjadi pada orang dewasa yang umumnya mengalami kelebihan berat badan atau obesitas. Diabetes tipe satu memanglah tidak dapat dicegah hingga saat ini, tetapi diabetes tipe 2 yang kerap terjadi pada masyarakat dapat dicegah dengan perbaikan pola hidup sehat.
Diabetes menjadi sangat kompleks karena resiko komplikasi akibat penyakit ini sangatlah beragam. Komplikasi dapat terjadi ketika kadar gula menetap terlalu banyak di aliran darah dapat mempengaruhi pembuluh darah, saraf, mata, ginjal, dan sistem kardiovaskular seperti jantung, stroke, infeksi kaki yang menakibatkan amputasi, gagal ginjal dan disfungsi seksual pada pria. Tak heran mengapa kasus kematian akibat komplikasi diabetes ini menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia pada tahun 2014 dan Indonesia menempati posisi ke dua di asia.
Oleh karena itu dalam memerangi prevelensi penyakit diabetes di Indonesia, Kementerian Kesehatan RI bersama PT Kalbe Farma Tbk mengusung gerakan “Indonesia Lawan Diabetes”. Gerakan ini merupakan program kemitraan berupa seminar edukasi diabetes kepada masyarakat maupun tenaga medis. Misi dari gerakan ini adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup dan deteksi dini, diabetes bisa dicegah!
Gerakan Indonesia Lawan Diabetes ini sekaligus dibarengi dengan ulang tahun PT Kalbe Farma yang ke-50 dengan microsite www.indonesialawandiabetes.com untuk 50 aksi #indonesialawandiabetes yang mengajak masyarakat untuk berpartisipasi mengupload aksi lawan diabetes di seluruh Indonesia.
[gallery ids="1234,1233" type="columns"]
*-*
[gallery ids="1226,1224" type="columns"]
Hal yang paling berbahaya dari diabetes ini adalah lonjakan nya yang tidak dapat diprediksi. Lonjakan yang paling tinggi dan tidak stabil adalah lonjakan gula darah setelah makan (post meal) yang umumnya terjadi pada pagi hari. Lantas, bagaimana agar kita dapat terhindar dari lonjakan gula darah yang berbahaya itu? Disinilah peran Post meal glucose management (manajemen lonjakan gula darah setelah makan).
Menurut WHO (2009) diabetes disebabkan oleh pola hidup, pola makan dan olahraga yang tidak teratur. Hal tersebut juga berlaku pada lonjakan gula darah, berikut adalah cara menjegah diabetes dan lonjakan gula darah:
Terapkan Pola Makan 3J (Jumlah, Jenis, Jadwal)
Pola makan menjadi hal penting bagi penderita diabetes agar lonjakan gula darah tidak terlalu tajam. Jumlah makanan harus disesuaikan yakni kurang lebih 1500 kalori per hari. Jenis makanan yang baik untuk penderita diabetes adalah makanan yang mengandung banyak serat seperti buah dan sayur. Atur jadwal makan setiap hari agar terhindar dari lonjakan yang tajam yakni 3 kali makan besar dan 3 kali makan kecil dalam sehari secara teratur agar tubuh dapat menyesuaikan diri, sehingga tubuh juga dapat mencapai dan mempertahankan berat badan yang ideal.
Olahraga Secara Rutin
Olahraga memang penting, tetapi bagi seorang penderita diabetes hal ini menjadi keharusan karena menjaga aktivitas fisik karena dapat mencegah dan menunda diabetes tipe 2. Penelitian membuktikan bahwa 30-50% individu yang aktif secara fisik dapat terhindar dari diabetes.
Konsultasi dan Lakukan Pemeriksaan Rutin
Sesuai dengan misi dari Gerakan Indonesia Lawan Diabetes, penderita diabetes harus sejak dini melakukan kontrol tingkat gula darah (HbA1c) secara rutin, anjuran pemeriksaan kadar gula darah adalah pada saat sebelum makan, 1-2 jam setelah makan , sebelum tidur dan sebelum melakukan aktivitas. Pemeriksaan yang dilakukan umumnya adalah tes glikasi hemoglobin (Hb1Ac) dengan tingkat Hb1Ac individu normal adalah 5,5%. Selain pemeriksaan rutin, penderita juga harus mewaspadai secara pribadi infeksi atau gangguan kulit, pemeriksaan mata, perhatikan rasa kesemutan, rasa terbakar, hilangnya sensasi dan luka pada bagian kaki. Bagian kaki penderita diabetes kerap kali terluka karena sirkulasi darah serta penyembuhan di bagian kaki dapat menjadi buruk dan kurang sensitif sehingga tanpa sadar ada bagian kakinya yang terluka ketika melakukan sesuatu.
Konsumsi Obat dengan Rutin Sesuai Anjuran Dokter
Hal terakhir yang menjadi concern adalah konsumsi obat baik berupa insulin dan tentunya sesuai dengan resep dokter.
[gallery ids="1232,1230,1228,1229,1227,1222,1217,1218" type="columns" orderby="rand"]
Indonesia bebas diabetes !
BalasHapus