Petualangan Kuliner Unik Khas Nusantara

[gallery ids="1178,1177,1176,1175,1174,1173,1172,1171,1169,1167,1166,1164,1163,1162" type="slideshow" orderby="rand"]

Bagi sebagian orang, kuliner menjadi suatu ciri unik suatu negara. Beberapa diantaranya juga tidak mengartikan kuliner hanya sebagai sebuah makanan yang mengenyangkan. Namun sebagian lainnya mengartikan kuliner sebagai suatu seni dari segi rasa, tampilan, hingga kemasannya.
Negara tercinta kita ini sangatlah kaya akan warisan adat dan budaya termasuk kuliner unik didalamnya. Suatu tanda tanya besar mengapa kita sebagai warga pribumi hanya mengetahui sebagian makanan khas Indonesia saja. Terlebih lagi menjadi tanda tanya besar mengapa setelah 70 tahun kemerdekaan, kuliner Indonesia masih belum bisa dikenal oleh dunia.
Petualangan kuliner indonesia hadir dalam memaknai, melestarikan, dan memperkenalkan beberapa makanan khas Indonesia yang layak diperkenalkan kepada dunia. Pertanyaan timbul di benak saya, bisa tidak sih makanan Indonesia bersaing di lidah dunia?
Beberapa bahan baku masakan unik sangatlah subur di negeri tropis ini, salah satunya adalah kulat (jamur) pelawan. Kulat pelawan merupakan jamur dari bangka, harga tidak kalah dengan jamur yang sangat digemari di eropa sana. Harga kulat pelawan bisa mencapai jutaan rupiah per kilo. Apa yang membuat jamur ini begitu mahal? Yes jamur ini hanya tumbuh dari pohon pelawan yang hanya dapat tumbuh di tanah bangka. Jamur ini hanya tumbuh setahun dalam sekali yakni dalam musim hujan dan uniknya harus terkena petir agar jamur dapat tumbuh. Jamur yang berwarna kemerahan ini dapat dibuat menjadi berbagai masakan bisa dibuat mulai dari gulai bersantan maupun tidak bersantan.
Kita banyak mengenal makanan khas dari berbagai negara di dunia misalnya tomyam, wine, pasta dan lain sebagainya, tapi apa yang membuat mereka bisa sukses memperkenalkan makanan khasnya dimata dunia. Banyak hal yang dapat kita lakukan untuk mempopulerkan makanan khas indonesia di mata dunia. Pertama adalah mulai dari masyarakatnya sendiri yang harus punya empati dan kepedulian untuk memperkenalkan dan mencintai makanan khas negara kita.
Pertanyaan berikutnya... Apakah kuliner indonesia layar diperkenalkan?
Kita semua pasti ingat pada tahun 2011 CNN merilis Rendang Indonesia sebagai makanan paling enak di dunia, tentu kita bangga. Lantas setelah itu apa yang kita lakukan untuk memanfaatkan peluang itu? Nothing! Orang indonesia tidak mengembangkan makanan tersebut. Justru negara-negara lain yang lebih agresif mengolah dan mempromosikan rendang. Sebut saja salah satu perusahaan makanan asal singapore yang mengembangkan produk “burger rendang” dengan slogannya “the taste of singapore” Whaaat? Taste of singapore? Do you agree with it? Kesal? Marah? Kecewa? Pastinya!
Fakta berikutnya adalah kebanyakan turis asing tidak mengetahui kuliner apapun khas indonesia, 9 dari 10 menjawab tidak tahu. Mirisnya lagi ketika ditanya makanan khas thailand atau jepang mereka pasti tahu, tutur Ira Lathief (founder Jakarta Food Adventure) ketika menjadi tourguide.
Dari segi minuman Indonesia juga telah memiliki nama yang mendunia yakni kopi jawa, dari abad terdahulu kopi jawa atau kopi java ini mempunyai harga yang paling tinggi di pasar kopi dunia. Sangking terkenalnya kopi jawa, kebiasaan orang eropa menggantikan cup of coffee menjadi cup of java. Kita juga pasti akrab dengan logo java yang bergambar kopi, sebuah pengembang programming dan aplikasi java tersebut terinspirasi ketika minum kopi sehingga membuat logo dan namanya menjadi “Java”. Namun justru orang Indonesia khususnya orang jawa bahkan menganggap kopi dari dari daerahnya sebagai suatu yang biasa saja tanpa adanya promosi dan pengembangan.



The next question: Lantas bagaimana agar kuliner indonesia bisa maju?
Pertama adalah pentingnya Support atau dukungan penuh dari pemerintah untuk memajukan dan memperkenalkan kuliner khas Indonesia . Misal chef atau koki terbaik di Indonesia dikumpulkan untuk berdiskusi dalam membuat makanan Indonesia layak dimata dunia, kemudian adanya sekolah kuliner, dan yang terpenting adalah adanya standarisasi suatu makanan khas di seluruh negara misalnya: Tomyam thailand memiliki bumbu yang sama diseluruh dunia karena pemerintahnya support untuk memberikan standarisasi agar cita rasa tomyam tidak berubah di seluruh restoran thailand di dunia. Tentu kita bisa membuat misalnya standarisasi untuk rendang, rawon, sayur asem, atau bahkan soto ayam yang memiliki tampilan dan rasa yang sesuai standar rasa dan kualitas Indonesia.
Seperti penetapan 30 ikon kuliner nusantara sebagai kuliner khas, yap it’s great! But it’s too much alias kebanyakan. Ingatlah sesuatu yang berlebihan itu tidaklah baik, termasuk dari segi kuliner. Masyarakat dunia akan sulit mengingat karena begitu banyaknya nama dan jenis yang ditawarkan Indonesia sehingga tidak adanya satu atau dua makanan yang benar-benar representatif serta mewakili makanan Indonesia dari sabang sampai merauke ini.
Hal berikutnya yang menjadi perhatian kita adalah tampilan, rasa, kebersihan, dan packaging. Makanan khas Indonesia kerap dijumpai di pasar sebagai jajanan pasar. Do you wanna serve it just as a low class food? No! We have to improve. Kita harus mengembangkan dan mentransformasikan makanan itu dari segi tampilan yang lebih menarik, jaminan kebersihan (higienis), dan packaging tanpa mengubah cita rasa yang khas. Jangan terlalu merasa puas dengan apa yang kita miliki dari leluhur dan pendahulu kita, justru disini peran kita untuk memperkenalkan, melestarikan dan mempopulerkan makanan Indonesia. Satu hal yang perlu kita ingat adalah “Apa yang enak untuk kita belum tentu enak untuk dunia”.
Mulailah cintai makanan indonesia... Proud of Indonesian food...



*--*




Berikut beberapa kuliner yang diperkenalkan dalam kegiatan Festival Kuliner Indonesia bersama Jakarta Food Adventure, JalanSutra dan Sinthesis Development :
Sayur Babanci. Makanan yang kerap disebut ketupat babanci ini merupakan makanan kuliner khas Betawi (Jakarta). Terbuat dari 17 jenis bahan yang berbeda sehingga sangat langka ditemukan di Kota Jakarta. Dinamakan sayur babanci karena dari segi bentuk yang memang tidak jelas berbentuk soto, sayur ataupun kare karena teksturnya seperti perpaduan antara ketiganya. Bahan utamanya adalah Daging dan juga irisan kelapa, makanan ini hanya dapat ditemui di Historia Kafe yang berlokasi di Kota Tua Jakarta. Makanan ini terbilang langka karena hanya dimasak oleh masyarakat betawi ketika upacara dan momen keagamaan.
Martabak Rendang. Martabak telur ibaratkan menjadi makanan penutup paling disukai di Indonesia karena hampir diseluruh Indonesia menjual makanan ini dengan jenis dan tekstur yang sama. Namun pengembangan juga dilakukan oleh D’marco Martabak dengan membuat kombinasi menggunakan rendang yang terkenal ini.
Kue Khas Kampung Tugu. Kampung tugu atau kawasan semper jakarta dikenal sebagai “kampung portugis” yang memiliki warisan budaya kuliner yang unik diantaranya kue pisang udang dan ketan unti yang hanya disajikan saat upacara adat tertentu, Namun dapat juga dipesan pada Enna Catering.
Kue Timpan. Kue ini berasal dari ujung barat Indonesia yakni Aceh. Rasanya yang manis sangat digemari karena terbuat dari srikaya dan telur yang dilapisi ketan. Kue ini banyak ditemukan saat upacara adat di Aceh dan dapat pula ditemukan di Jakarta yakni RM Selera Kita.
Es Pallubutung. Minuman asal Makassar ini menjadi favorit saya karena rasanya yang manis, memang dari segi bentuk agak mirip bahkan kembar dengan es pisang ijo, Namun es pallubutung tidak memiliki lapisan hijau didalamnya. Minuman ini dapat dipesan pada Bikini’s Food.
Kue Lampet. Kue asal Tapanuli ini sangatlah kenyal, cocok sebagai cemilan yang terbungkus daun pisang. Rasanya yang manis ini kerap disajikan sebagai cemilan ketika acara adat Tapanuli.
Teh Talua. Teh talua atau teh telur ini merupakan minuman khas Sumatra Barat sebagai minuman wajib para petani ketika hendak pergi ke ladang. Minuman ini juga kerap disajikan ketika upacara adat di kalangan pejabat. Teh ini disajikan dengan menggunakan telur ayam kampung yang disiram teh panas kemudian diaduk hingga tercampur. Rasa teh dan kopi yang dicampurkan ini sangatlah berpadu antara pahit, manis dan gurih dalam suatu minuman yang menyehatkan.



Berikut adalah Vlog sederhana kegiatan Festival Kuliner Nusantara...
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=ZtaQPO_Nx1Y]



[gallery ids="1178,1177,1176,1175,1174,1173,1172,1171,1169,1168,1167,1166,1164,1163,1162" columns="9" orderby="rand"]

 

Komentar

Postingan Populer