Tips Motivasi dan Kiat dalam ‘Drama’ Skripsi

1


Skripsi bagi calon sarjana kerap dianggap sebagai momok besar yang amat menakutkan. Termasuk saya juga terkadang berpikir mengapa skripsi begitu amat menakutkan, apakah dari tingkat kesulitan materinya? Saya rasa tidak, lalu apa?


Hingga akhirnya saya mencapai fase ini, fase dimana saya menjadi mahasiswa tingkat akhir sehingga dapat mengambil kesimpulan besar bahwa kesulitan terbesar dalam penyusunan skripsi bukan dari materinya, Namun dari prosesnya.


Dalam penyusunan skripsi kita mengenal yang namanya ‘bimbingan’ dengan dosen pembimbing. Jujur saja, saya memiliki pengalaman buruk dengan beberapa proses bimbingan ini mulai dari sikap yang selalu dianggap salah hingga beragam perkataan yang menyakitkan. Berawal dari pemahaman saya dengan kata “bimbingan” yang menurut KBBI memiliki kata dasar “bimbing” berarti ‘asuh’ atau ‘tuntun’. Seiring berjalannya proses bimbingan itu justru membuat saya berpikir keras bahwa proses bimbingan yang saya alami sangat jauh berbeda dari yang saya bayangkan selama ini. Hal ini juga membuat saya berpikir bahwa proses ini layaknya sebuah drama dimana kita mendapatkan peran sebagai mahasiswa. Dalam menyikapi drama ini tentu kita harus menyiapkan strategi dan trik. Cekidot!


Don’t do too much thinking and too much waiting


Too much thinking can only cause problem. Kesalahan pertama yang kerap dilakukan mahasiswa tingkat akhir adalah over thinking dalam penelitiannya. Yaa memang tidaklah salah ketika kita menginginkan skripsi kita ingin tampil sempurna, tapi tahu atau tidak over thinking tersebut membuat skripsi kita semakin lama selesai.Seperti kisah profesor harvard satu ini yang saat proses pengerjaan disertasinya ia mengalami kecelakaan dan secara klinis membuktikan ia kehilangan 30 IQ nya. Namun ajaibnya ia malah lebih cepat selesai menyelesaikan disertasinya. Ini perkataan beliau yang sangat saya sukai “ketika saya tidak berpikir terlalu complicated, justru membuat saya menjadi lebih dekat dengan siapa saya dan apa tujuan saya”. Penasaran siapa professor itu? Silahkan googling sendiri hehe.


Kesalahan yang kedua dan sangat fatal bagi mahasiswa tingkat akhir adalah too much waiting. Yap saya juga mengalami kasus dosen yang sangat sulit ditemui dan sangat suka membuat mahasiswanya menunggu bahkan mengantri didepan ruangannya. Ya saya akui itu hal yang menyebalkan, tapi memang itu hakikat kita sebagai mahasiswa karena memang kita yang membutuhkan sang dosen dan bukan dosen yang membutuhkan kita. So, kerjakan skripsimu ASAP (baca: as soon as possible), jangan malas dan suka menunda-nunda waktu untuk bimbingan karena percaya tidak percaya sang dosen pasti selalu menunggu kehadiran mahasiswanya.


Turuti segala keinginan dosen (apapun selama itu benar)


Beberapa dosen memperlakukan mahasiswa seperti layaknya dosennya dulu memperlakukan ia ketika kuliah, ya boleh dibilang jadi seperti lingkaran setan yang tiada akhirnya. Jika si dosen tidak punya pengalaman buruk saat bimbingan skripsi dulu, mungkin ia akan memperlakukan dengan baik mahasiswa bimbingannya (yang ini mungkin saja lho hehe). Yaa gampangnya sih seperti orang jawa bilang kita manut-manut saja sebagai mahasiswa bimbingan.


Berargumen di Saat Penting

Sebagai mahasiswa selain manut-manut tadi, kita juga perlu belajar giat dan tidak terlihat begitu bod*h didepan dosen. Beberapa kali kita perlu berargumen meski di akhir tetap saja argumen kita dikalahkan. Tapi jujur, disitu kadang saya merasa bahagia ketika argumen saya dikalahkan dengan hal-hal yang tidak masuk akal terkait hak prerogatif dan kekuasaan sang dosen pembimbing.


Sabar dan Berdoa

Didalam agama saya, sabar dan doa menjadi senjata yang sangat kuat. Sabar disini berarti jangan terpengaruh tekanan dari teman yang sudah selesai karena pasti hal tersebut bisa membuat kita hilang arah. Namun jangan juga menjadi acuh, jadikan teman tersebut sebagai partner diskusi kita agar dapat membantu menyelesaikan skripsi kita. Terakhir berdoa secara pribadi dan mohon bantuan doa dari orang tua kamu yaa :)


Saya mengatakan tips diatas sesuai seperti yang saya alami. Saya juga mahasiswa tingkat akhir, bahkan saya berkuliah di dua universitas yang berbeda dalam periode yang sama. Disaat saya sedang sibuk asik skripsi, saya juga tengah dikejar deadline tugas dan segala macamnya dari kuliah saya yang berbeda. Harapan saya jelas dengan tulisan tips saya ini dapat menjadi penyemangat akan hal serupa yang kita alami sekarang.


So, kuatkan mental kamu secara matang, karena sesungguhnya semua ini hanyalah drama. Beberapa dosen memperlakukan mahasiswanya dengan tegas bahkan keras tentu saja dengan maksud dan tujuan yang baik. Keep doing what’s your activity but don’t forget your minithesis (baca: skripsi).

Komentar

  1. Skripsi memang selalu memberikan cerita menarik dan berkesan seumur hidup..... Kwkwkw.... Jadi ingat pas malam (besoknya ujian skripsi) saya putus cinta.... HWHWHWHW kebayang campur aduknya... Hihihihi

    BalasHapus
  2. Bayangin sendiri aja rasanya.... hwhwhw

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer