Gejolak Jokowi dan Puan Maharani







Saya terutama sangat terkejut perihal Anies Baswedan yang tiba-tiba diganti padahal seperti yang kita ketahui beliau banyak melakukan upaya yang sangat progresif. Menteri satu ini dikenal sangat cerdas dan berwibawa bahkan sangat loyal terhadap presiden, terbukti ketika beliau ikut terjun langsung dalam tim kampanye Bapak Jokowi. Pertanyaan selanjutnya adalah mengapa beliau digantikan? Apakah perlu Anies Baswedan membuat gebrakan-gebrakan frontal agar dikatakan berhasil sebagai menteri pendidikan?


Nama kedua yang saya anggap rancu dalam penggantian menteri adalah Ignasius Jonan sang menteri perhubungan. Kinerjanya dianggap beberapa netizen dan masyarakat sangatlah terbukti mulai dari perubahan sarana pra-sarana terminal, stasiun, dan bandara yang semakin kondusif saja bahkan sejak kepemimpinannya sering kita lihat petugas kemenhub berjaga setiap harinya di setiap jalan dan fasilitas kendaraan umum lainnya. Sekali lagi pertanyaan saya adalah apakah setiap menteri harus melakukan gebrakan agar bisa dipertahankan posisinya oleh Bapak Jokowi? Misalnya seperti Ibu Susi di laut nusantara?


Lalu pertanyaan saya mengarah kepada satu nama yakni “Puan Maharani”. Gebrakan apa yang telah dia lakukan selama masa jabatannya sehingga dapat aman tak tersingkirkan di posisi Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan selama dua kali reshuffle kabinet Bapak Jokowi. Apakah yang membuat Puan begitu kuat?


Kita mengetahui kinerja Puan Maharani dengan proyek revolusi mental yang sempat woro-woro di kancah media, tapi hasilnya dapat dikatakan belum terlalu terlihat hingga sekarang dan justru hanya dianggap menghabiskan dana yang besar. Berdasarkan data Lembaga Klimatologi Politik (LKP) mengenai kepuasan masyarakat pernah membuktikan bahwa 31% responden menilai kinerja Puan paling rendah dibandingkan menteri lainnya.


Sebenarnya apakah yang menjadi pertimbangan Bapak Jokowi untuk mempertahankan Puan, apakah laporan LKP tersebut juga dianggap sebagai isu dan angin lalu oleh Bapak Jokowi dan tetap mempertahankan Puan?


Pertanyaan berikutnya justru mengarah kepada asal usul Puan Maharani yang merupakan salah satu putri kandung presiden wanita pertama di Indonesia, Megawati. Ketua umum PDIP tersebut  dianggap masyarakat sebagai bayang-bayang Puan tetap aman dan tak perlu risau pada dua kali reshuffle kabinet Bapak Jokowi yang juga berkiprah di PDIP.


Apapun alasan Bapak Jokowi dengan mempertahankan Puan Maharani sangat diharapkan dapat dibuktikan dengan kinerja kualitas dan gebrakan baru yang akan dilakukan Puan dalam membuktikan kepada masyarakat bahwa dirinya memang layak untuk dipertahankan. Apapun mimpi Presiden nantinya dengan slogannya yang selalu kerja... kerja.. dan kerja.. semoga dapat menjadikan pemerintahan yang lebih baik dengan adanya reshuffle kabinet jilid II ini.


 

 

Komentar

Postingan Populer