Perpustakaan Digital iJakarta untuk Generasi C

Membaca kerap dijadikan sebagai suatu hobi yang membosankan. Bagi sebagian orang, kegiatan yang bernilai adventure akan lebih disukai ketimbang membaca. Padahal jika kita melihat dari segi manfaat, membaca akan menjadi kegiatan yang paling dibutuhkan.


Bagi saya, hobi membaca terjadi karena terbiasa. Sejak kecil saya selalu dibiasakan untuk pergi ke perpustakaan bersama orang tua saya, bukan hanya tempat tinggal kami yang berdekatan dengan perpustakaan dan arsip daerah di Jakarta Selatan tetapi memang hobi inilah yang satu-satunya mereka wariskan kepada saya. Hobi membaca di perpustakaan setiap akhir pekan bahkan saya anggap sebagai rutinitas wajib selain ibadah dan bekerja.


Jika kita memahami bahwa esensi membaca adalah memperoleh informasi melalui suatu tulisan. Mulai dari zaman prasejarah atau kitab suci di Agama saya pernah dituliskan melalui media batu, hingga akhirnya seiring perubahan zaman yang serba instan ini kita dapat membaca melalui kertas dan buku hingga yang terbaru sekarang ini adalah melalui media digital.


Perkembangan dunia digital yang begitu pesat dapat mengubah persepsi orang dalam menjalani kehidupan menjadi lebih praktis, dimana setiap orang dapat berkomunikasi dan memperoleh berbagai informasi dalam bentuk bacaan, gambar, hingga suara dengan cara yang mudah dan cepat.


Pertumbuhan dunia digital dan teknologi sangatlah dipengaruhi oleh generasi muda, menurut survei Pew Internet Project bahwa pengguna internet, sosial media dan teknologi mobile berada di angka yang fantastis yakni pada generasi muda usia 18-29 tahun sekitar 98% pengguna internet dan media sosial, lalu bagaimana dengan Kota Jakarta? Kota metropolitan ini dinobatkan oleh Social Bakers 2013 Forbes sebagai peringkat ke-dua pengguna sosial media terbanyak di dunia


Tren membaca di dunia digital juga kini semakin banyak digemari oleh banyak orang di Indonesia termasuk saya pribadi. Terbukti dari maraknya penjualan e-book serta penggunaan smartphone sebagai media baca (e-reader). Melihat peluang tren membaca dan minat anak muda dalam menggunakan media sosial tersebut dinilai Gubernur DKI Jakarta yang akrab disapa Ahok ini meluncurkan pertama kalinya perpustakaan digital (e-pustaka) berbasis media sosial pertama di Indonesia bernama “iJakarta” bertepatan dengan Hari Anak Jakarta Membaca (Hanjaba) 2015.


iJakarta


[gallery ids="1128,1120" type="rectangular"]

(Tampilan PC dan Smartphone)


Kita mengetahui bahwa dalam dunia pemasaran, anak muda atau generasi muda dikatakan sebagai generation C. Generasi ini adalah generasi yang lahir di tahun 90an dan terpapar teknologi. Dalam dunia pemasaran tersebut, generasi ini menjadi sangat unik dan mendapat perhatian khusus. Generasi muda ini dikatakan generasi C karena berasal dari sifatnya yakni: Content, Creative, Communal, Constanly Changing. Generasi ini saya rasa sangatlah cocok dengan terobosan perpustakaan digital berbasis media sosial ini.


Mulai dari C yang pertama adalah Content, generasi muda sekarang ini merupakan fase pencarian konten yang menarik dan berkualitas. Sesuatu yang mereka dan saya butuhkan sebagai anak muda adalah akses untuk mendapatkan konten baik itu dalam bentuk buku, jurnal, maupun konten kreatif lainnya yang tentunya secara cuma-cuma (baca: gratis). Hal ini sangatlah selaras dengan tujuan dari perpustakaan digital iJakarta, aplikasi ini menyediakan buku yang dapat dibaca secara online maupun offline. Keunikan dari perpustakaan digital ini adalah tidak membuang esensi asli dari sistem perpustakaan konvensional yakni harus antri jika stok buku sedang dipinjam user lainnya, lalu bagaimana jika stok sedang tidak tersedia? Yaa kita harus antri seperti sebagaimana mestinya kita antri dalam meminjam buku di perpustakaan. Namun jika buku tersedia maka akan kolom akan bertuliskan ‘jumlah salinan’ dan dapat kita pinjam dalam rentang waktu tiga hari lamanya, seru bukan!


[gallery ids="1127,1126" type="rectangular" orderby="rand"]

(Tampilan Pinjam dan Antri)


Maksud dari C yang kedua adalah Creative, generasi muda masa kini sangatlah preferable dengan hal-hal baru dan berbau kreatif agar dapat menjadi trend centre. Mulai dari gaya hidup hingga karya-karya kreatif banyak ditemukan di generasi ini bukan? Hal itu juga sangatlah cocok dengan perpustakaan digital iJakarta karena perpustakaan digital ini merupakan terobosan baru di Indonesia juga dunia mengenai aplikasi membaca dan meminjam buku perpustakaan melalui media digital disertai fitur kreatif pula.


Maksud dari C yang ketiga adalah Communal, secara bahasa komunal adalah berhubungan dengan umum. Hal paling menonjol pada generasi ini adalah tidak akan nyaman apabila beraktivitas sendirian, benar bukan? Hal ini juga terbukti pada fase ini banyak lahir dan bermunculan komunitas serta grup mulai dari usia, hobi, gaya hidup, hingga keagamaan. Keinginan generasi muda untuk berinteraksi dan beradaptasi dengan kemajuan teknologi ini menurut saya sangatlah representatif dengan salah satu fitur unik dalam perpustakaan digital iJakarta karena didalamnya terdapat fitur seperti layaknya media sosial. Mulai dari blackberry messenger dengan fitur ‘recent update’ nya, twitter dan instagram yang populer dengan fitur ‘following dan follower’ nya semuanya ada di Perpustakaan Digital iJakarta bahkan fitur untuk berdonasi juga ada di iJakarta lho! So, kita dapat berkreasi sesuka hati dengan beragam fitur menariknya mulai dari fitur profil yang dapat kita atur tema dan tampilan gambar sesuai passion kita, kemudian fitur feed yang dapat mengetahui buku apa yang sedang dibaca teman kita, kita juga dapat berkomunikasi dua arah dengan teman kita baik dengan memberikan komentar hingga mengirimkan personal chat, seru bukan! Plus ada nilai kebaikan yang dapat kita berikan lewat aplikasi ini yakni berdonasi dalam rangka mencerdaskan bangsa lewat uluran tangan kita, tangan anak muda!


[gallery ids="1122,1118" type="rectangular"]

(Profile dan Fitur Personal Chat)


[gallery ids="1123,1125" type="rectangular"]

 

(Fitur Donasi)


Maksud dari C yang terakhir adalah Constantly changging, dapat kita ketahui secara logika bahwa sifat anak muda adalah sifat yang labil, termasuk saat mood dalam membaca. Aplikasi iJakarta memberi kemudahan untuk memfasilitasi kelabilan waktu membaca bagi anak muda yang mood nya kerap berubah. Dalam artian tanpa terhalang batasan waktu kita dapat membaca buku ! misal ketika kita terbangun atau hendak tidur kita dapat membaca buku pinjaman kita secara online ataupun offline, menarik bukan? Bahkan menurut Ahok perpustakaan digital ini dapat menghindari kerusakan buku akibat sistem peminjaman. Nah dengan sistem digital ini jadi tidak perlu dan tidak akan ada lagi buku yang sobek atau rusak akibat kelalaian peminjam.


[gallery ids="1116,1115,1119,1120" type="rectangular"]

Yap dengan segala kecocokan perpustakaan digital dan generasi C ini sangatlah baik apabila terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara lebih baik oleh pihak pemerintah dan harapan saya sebagai salah satu generasi C semoga aplikasi ini terus dikembangkan dan tidak berhenti akibat pergantian kepemimpinan nanti.


 Ini dia pandangan Ahok soal perpustakaan digital pada 2015 lalu...
[youtube https://www.youtube.com/watch?v=q4vLc3_yhzA]

#Hanjaba2016 #HanjabaJaksel 07201600076

Komentar

  1. Wah makin gampang aja nih untuk membaca udah ga perlu datang langsung ke lokasi. perlu dicoba ah. Sepertinya gampang banget :)

    BalasHapus
  2. wah enak nih, cara gampang buat cari rerfensi buat tugas kuliah tak harsus langsung ke perpustakaan. .

    BalasHapus
  3. Wahh mantap nih gebrakan barunya

    BalasHapus
  4. […] Mengikuti perkembangan yang terjadi tersebut membuat Gubernur DKI Jakarta yang kerap disapa Ahok ini meluncurkan pertama kalinya perpustakaan digital iJakarta. Perpustakaan digital ini merupakan inovasi baru dalam hal memfasilitasi tumbuhnya minat baca pada masyarakat generasi muda. Hal unik yang saya sukai dari aplikasi ini adalah tidak membuang sedikitpun esensi daripada perpustakaan fisik pada umumnya dimana masyarakat dapat meminjam buku secara cuma-cuma (baca: gratis) dengan jangka waktu tertentu dan bahkan harus antri apabila stok buku sedang dipinjam orang lain. Kecocokan generasi muda dengan aplikasi perpustakaan digital iJakarta ini dari segi  telah saya ulas pada tulisan saya berikut “Perpustakaan Digital Untuk Generasi C”. […]

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer