pandangan masyarakat indonesia tentang batam
saya adalah seorang siswa SMA di batam. saya tidak lahir dan tumbuh di daerah ini. saya merupakan siswa pindahan dari kota jakarta yang penuh sesak kendaraan serta banjir itu. menurut riset dan penelitian bahwa batam merupakan kota dengan populasi terbesar ke tiga di wilayah Sumatra setelah Medan dan Palembang, Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam Per April 2012 jumlah penduduk Batam mencapai 1.153.860 jiwa. Metropolitan Batam terdiri dari tiga pulau, yaitu Batam, Rempang dan Galang yang dihubungkan oleh Jembatan Barelang. Batam merupakan sebuah kota dengan letak sangat strategis. Selain berada di jalur pelayaran internasional, kota ini memiliki jarak yang cukup dekat dengan Singapura dan Malaysia. Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.

pertama kalinya saya membayangkan tentang batam (ketika saya 9 tahun). yang ada dibenak saya adalah tempat yang dikelilingi laut, dan saya membayangkan juga tidak adanya macet seperti di jakarta. tempat yang masih banyak terdapat zona hijau.
masyarakat kota Batam merupakan masyarakat heterogen yaitu terdiri dari beragam suku dan golongan. Pada umumnya orang yang merantau di kota Batam ini dari segala penjuru wilayah di Indonesia baik untuk tinggal sementara ada juga yang sampai tinggal menetap sampai beranak pianak. Suku yang dominan antara lain Melayu, Batak, Minangkabau, Jawa dan Tionghoa
meskipun begitu beberapa hal juga sempat saya dengar yaitu batam sebagai tempat "ayam kampung". maksudnya adalah tempat dimana cukup banyak PSK (pekerja seks komersial). saya juga sempat mendengar kabar angin tentang kebenaran hal tersebut. sewaktu pertama kali ketika saya hendak pindah ke Batam, saya sempat mendapat ejekan dari beberapa teman saya, bahwa batam terdapat banyak sekali pekerja seks disana. tetapi saya tidak percaya akan hal itu.
sesampainya saya di kota ini, saya menjalani kehidupanseperti biasa. pergi ke sekolah, dan sesekali berkeliling. setelah cukup lama sekitar hampir dua tahun setengah saya tinggal disini, saya mulai memahami tata cara kehidupan disini. banyak hal saya dapatkan disini. diantaranya pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. yaitu pengalaman saya saat keja part time , sampai-sampai berdagang sendirian. pengalaman hidup yang sangat berharga yang hanya saya dapatkan di kota industri ini.
dan juga mengenai psk itu, saya tidak begitu yakin tentang pandangan masyarakat indonesia tentang batam ini. kehidupan disini berjalan cukup normal dan tidak ada bedanya dengan kota-kota besar lainnya.
pertama kalinya saya membayangkan tentang batam (ketika saya 9 tahun). yang ada dibenak saya adalah tempat yang dikelilingi laut, dan saya membayangkan juga tidak adanya macet seperti di jakarta. tempat yang masih banyak terdapat zona hijau.
masyarakat kota Batam merupakan masyarakat heterogen yaitu terdiri dari beragam suku dan golongan. Pada umumnya orang yang merantau di kota Batam ini dari segala penjuru wilayah di Indonesia baik untuk tinggal sementara ada juga yang sampai tinggal menetap sampai beranak pianak. Suku yang dominan antara lain Melayu, Batak, Minangkabau, Jawa dan Tionghoa
meskipun begitu beberapa hal juga sempat saya dengar yaitu batam sebagai tempat "ayam kampung". maksudnya adalah tempat dimana cukup banyak PSK (pekerja seks komersial). saya juga sempat mendengar kabar angin tentang kebenaran hal tersebut. sewaktu pertama kali ketika saya hendak pindah ke Batam, saya sempat mendapat ejekan dari beberapa teman saya, bahwa batam terdapat banyak sekali pekerja seks disana. tetapi saya tidak percaya akan hal itu.
sesampainya saya di kota ini, saya menjalani kehidupanseperti biasa. pergi ke sekolah, dan sesekali berkeliling. setelah cukup lama sekitar hampir dua tahun setengah saya tinggal disini, saya mulai memahami tata cara kehidupan disini. banyak hal saya dapatkan disini. diantaranya pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan. yaitu pengalaman saya saat keja part time , sampai-sampai berdagang sendirian. pengalaman hidup yang sangat berharga yang hanya saya dapatkan di kota industri ini.
dan juga mengenai psk itu, saya tidak begitu yakin tentang pandangan masyarakat indonesia tentang batam ini. kehidupan disini berjalan cukup normal dan tidak ada bedanya dengan kota-kota besar lainnya.
kota kcil penuh sejuta surga,,, maksih yaa
BalasHapusyapp :)
BalasHapus