Tips Mudik Cerdas Jalur Darat

[gallery ids="1035,1036,1037,1038,1040,1041,1042,1043,1044,1039" type="slideshow" orderby="rand"]

Mudik sudah menjadi tradisi yang mendarah daging bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia baik itu melalui jalur darat, laut dan udara. Mudik atau yang kita kenal dengan pulang kampung ini menjadi suatu momen bahagia yang sangat dinanti oleh setiap orang, Namun justru tak sedikit yang berujung duka akibat kecelakaan. Nah bagaimana menyikapinya?


Dalam sebuah talkshow mudik cerdas yang diadakan oleh situs otomotif nomor satu di Indonesia yakni mobil123.com (24/06/16). Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi saya karena dapat mengetahui tips mudik cerdas sehingga dapat menyadari kecelakaan satu atau dua detik didepan kita.


20160624_171844


Seperti yang disampaikan oleh Bapak Sony Susmana (Safety Defensive Consultant Indonesia), berikut adalah tips mudik cerdas jalur darat:




  • Aman


-Fatigue


Aman dalam hal ini adalah kondisi pengemudi. Dari segi fisik dan mental pengemudi haruslah selalu siap. Kita mengetahui bahwa kebanyakan orang Indonesia itu gengsinya tinggi dalam artian tidak mau dibilang lelah dan terus memaksakan diri. Padahal memaksakan diri ketika berkendara itu merupakan hal yang beresiko tinggi menurut Sony, pasalnya rentang waktu yang aman untuk mengemudi adalah 4 jam dengan diselingi istirahat.


Kelelahan dan ngantuk menjadi faktor internal penyebab utama kecelakan, beberapa orang kerap mengatakan kelelahan dan rasa ngantuk yang berlebihan itu dengan istilah micro sleep. Micro sleep ini yang kerap menjadi hal sepele bagi sebagian orang Namun beresiko tinggi apabila terjadi pada kecepatan 80 hingga 120 akan membuat kendaraan kita oleng tak terkendali. Utamanya terjadi pada jalan tol, seperti yang kita sama-sama ketahui jalan tol identik dengan jalan lurus, datar sehingga membuat perasaan jenuh, monoton dan mudah kehilangan fokus atau bahkan mengantuk


-Kondisi Ban


Pecah ban menjadi salah satu penyumbang kecelakaan terbesar selama beberapa tahun terakhir. Penyebabnya bisa jadi beberapa hal misalkan kondisi ban yang sudah buruk ataupun kekurangan angin. Apakah kita mengetahui bagian ban mana yang menjadi prioritas untuk diganti jikalau dompet kita tidak sanggup mengganti seluruh ban? Yap, menurut bapak Sony, ban yang menjadi prioritas sebenarnya adalah ban bagian belakang, karena ban bagian belakang tidak dapat bermanuver jikalau terjadi pecah ban sementara ban depan dapat bermanuver apabila kondisi terburuk terjadi pecah ban.




  • Nyaman


- Barang Bawaan


Kita pasti mengetahui ciri masyarakat Indonesia ketika mudik, karena dapat dilihat dengan mata telanjang hampir seluruh barang bawaan diletakan diatas mobil. Beberapa masyarakat melakukan hal demikian dengan alasan agar kabin mobil terasa luas dan nyaman. Namun sebenarnya hal tersebut dapat menjadi bahaya bagi penumpang. Tahukah kita mengenai titik center of gravity pada mobil kita? perihal kondisi Pitching, rolling, yowling, bounching yang terjadi pada mobil kita. Contoh mudahnya ketika kita meletakan barang bawaan sejenis koper yang sangat berat, otomatis akan membuat titik centre of gravity pada mobil kita akan berada diatas dan membuat mobil mudah oleng. Justru sebaiknya peletakan barang berat diletakan di bagian tengah dalam mobil sesuai titik keseimbangannya sehingga kita dapat berkendara dengan nyaman.


-Navigator


Navigator dalam hal ini merupakan pendamping, contohnya adalah pilot yang memiliki navigator berupa co-pilot, begitu juga pengemudi kendaraan darat harus selalu ditemani. Pengemudi harus selalu dituntut untuk fokus, entah siapa yang berada disamping pengemudi haruslah dapat berkolaborasi dan bekerja sama dengan pengemudi. Dalam hal ini navigator yang dapat membantu pengemudi dalam mempersiapkan segala sesuatunya seperti kemana rute, apa yg harus dilakukan pengemudi, termasuk sekedar mengambil dan membuka minuman untuk pengemudi. Alangkah baiknya navigator adalah sang istri pengemudi, karena harus dapat mengerti gerak-gerik kebiasaan dari pengemudi ketika kelelahan ataupun ngantuk. Navigator disini dituntut untuk peka terhadap kondisi pengemudi, misal ketika pengemudi mulai menggerakkan badannya, mulai mengucek mata ataupun mulai garuk-garuk kepala karena kebingungan. Disitulah peran navigator yang menjadi penentu dan pencegah terjadinya potensi kecelakaan akibat faktor internal.




  • Efisien


Efisien dalam hal ini adalah dari segi waktu dan jarak. Jalan tol selalu menjadi andalan pemudik dalam memilih jalan tercepat, padahal hal tersebut salah. Carilah jalan yang berbeda, dalam hal ini adalah jalan yang tidak banyak dilalui pemudik karena faktanya banyak sekali jalan alternatif yang diberikan pemerintah daerah untuk memperlancar mudik, yaa meski dari segi jarak memang sedikit lebih jauh Namun dari segi waktu sangatlah efisien bagi pemudik karena lebih cepat. So, mulai dari sekarang cobalah mulai mencari jalur alternatif melalui fitur dan aplikasi canggih yang sudah ada.


----------------------------------------------------------------------------------


Tips teknis lainnya bagi pemudik cerdas antara lain:


-Check Point


Pengemudi maupun navigator haruslah sudah membuat rencana untuk beristirahat dengan memanfaatkan beberapa check point atau rest area bahkan sebelum melakukan perjalanan sehingga dapat memperkirakan waktu berkendara yang aman dan nyaman.


-Safety First


Dalam penerapan keselamatan tidak boleh abu-abu, karena penerapannya haruslah konsisten karena kita tidak mengetahui kapan potensi kecelakaan itu akan terjadi sehingga perlu pencegahan optimal. Pertama adalah biasakan penggunaan safety belt atau sabuk pengaman. Jumlah penumpang harus sama dengan jumlah sabuk pengaman suatu mobil, sabuk pengaman menjadi syarat utama bagi seluruh penumpang. Faktanya yang terjadi di Indonesia adalah sabuk pengaman hanya digunakan oleh pengemudi dan pengendara disampingnya untuk menghindari tilang polisi. Hal tersebut merupakan sesuatu yang sangat miris, karena seluruh penumpang kendaraan mempunyai resiko kecelakaan yang sama serta kesempatan yang sama untuk mendapat keselamatan J


Selanjutnya adalah mengetahui jumlah airbag yang tersedia dalam mobil agar pengendara senantiasa aman ketika terjadi kecelakaan. Benturan pada airbag juga dapat dikatakan berbahaya karena dengan kecepatan 0,4 detik akan terasa seperti disabet oleh bahan karet sehingga akan terasa menyakitkan terutama bagi anak-anak, itulah mengapa beberapa ahli menyarankan untuk tidak meletakan anak-anak dibagian depan mobil. Jarak yang paling aman antara stir dan dada adalah 30cm karena sabetan airbag terjadi sekitar 20-25cm kedepan.


Dalam memegang stir juga disarankan paling aman pada posisi jam 9 dan jam 3 karena apabila meletakan tangan pada posisi jam 10 dan jam 2 maka dengan kata lain posisi tangan berada diatas jantung sehingga mengurangi tekanan darah dan membuat refleks tubuh jauh berkurang.


-Pre-check Kendaraan


Tips ini merupakan tips teknis terpenting adalah periksalah kendaraan kita pada ahlinya sebelum memulai mudik. Perhatikan terutama pada bagian-bagian penting seperti rem, roda, dan ban agar tenang dan aman dalam berkendara.


-Tips terakhir sebelum mudik adalah berdo’a sebelum memulai perjalanan agar senantiasa selamat sampai tujuan. Amiiin :)



Terima kasih mobil123.com sebagai situs otomotif nomor satu di Indonesia :)


[gallery ids="1044,1036" type="rectangular"]

#tipsmudik #mudikcerdas #tipsmudiksederhana #mobil123.com #mobil123

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer