Apakabar Binaraga Indonesia ?
Jujur, dalam benak gue dari dulu atlet binaraga indonesia yang berprestasi ya cuma Ade Rai. Namun ternyata gue salah besar. Zonk!
Ternyata selalu ada kabar baik pada cabang olahraga ini tapi tidak terlalu didengar dan yang membuat gue terkesan ternyata bangsa indonesia kerap menjadi leader dalam cabang ini, Binaraga.
Jujur, Gue merasa beruntung bisa menghadiri pertemuan antara blogger dengan tim binaraga indonesia yang telah banyak mengharumkan nama bangsa. Hari itu pertemuan diadakan di salah satu restoran di FX sudirman. Seketika saat tim binaraga hadir semua mata langsung tertuju melihat simetrisasi otot para juara ini. Yap ternyata meski dari tampilan luar para binaragawan sedikit menyeramkan, Namun justru keramahan dan kerendahan hati amat sangat terlihat dari segala sikap, tindakan dan perlakuanya.
Bahagia, bangga, Namun juga iba. Itulah yang gue rasakan seketika gue mendengar curahan beberapa atlet binaraga profesional indonesia yang kala itu hadir.
Salah satunya dia atlet kelahiran Medan 10 Juni 1965. Syafrizal yang akrab dipanggil “Bang Rizal” oleh rekan binaraga lain karena beliau lah atlet paling senior saat itu. Julukannya adalah ‘Raja kelas 75 kg’. Memulai karir sebagai petinju hingga beralih ke cabang olahraga binaraga. Selain usia yang telah genap 50 tahun ternyata Syafrizal tidak hanya masih berkiprah di dunia binaraga, Namun masih menjadi unggulan bahkan tak terkalahkan di kelasnya. Gue kaget ketika ngobrol dengan beliau tentang lomba apa saja yang telah dijuarai, dengan enteng beliau menjawab “saya sih sudah banyak”, dan yang membuat gue sangat kagum dengan bang rizal adalah telah tujuh kali menjuarai Pekan Olahraga Nasional (PON) bahkan akan masuk rekor MURI. Baru-baru ini juga beliau memenangkan juara WBPF Master Bodybuilding 50-59 yrs dan Men’s Bodybuilding 75 Kg di Thailand.

(track record karir Syafrizaldi)
Atlet berikutnya adalah Hendra Zein yang merupakan atlet asal banten yang sedang berkembang. Atlet yang berbakat ini meski di usia karir yang terbilang cukup muda sangatlah ramah kepada semua orang. Hendra juga ternyata berhasil menyabet juara di beberapa kejuaraan dan sepertinya akan menjadi penerus Syafrizaldi seniornya.

(Hendra Zein)
Atlet yang ketiga adalah Dodi Syahputra, atlet berkulit kecoklatan ini tidaklah kalah berprestasi dibanding atlet lainnya. Dodi sendiri merupakan atlet asal DKI Jakarta yang tengah populer dikalangan pecinta cabang olahraga binaraga ini.

(Dodi Syahputra)
Dari ketiga atlet tersebut merupakan sebagian dari ribuan atlet di indonesia yang tengah berprestasi. Namun ternyata menjadi atlet binaraga tidaklah begitu sejahtera dibanding atlet cabang lain. Seperti hanya dalam pendanaan ketika mengikuti kejuaraan di luar negeri tidak jarang harus merogoh kocek pribadi untuk dapat hadir. Seperti
penuturan Syafrizaldi dan Hendra Zein “tidak jarang saya harus menggunakan tabungan pribadi untuk mengikuti kejuaraan”. Tapi begitu mereka memenangkan kejuaraan tetap saja nama indonesia yang akan dikumandangkan dan dikibarkan di ajang perlombaan tersebut meski kenyataannya pemerintah indonesia kurang mendukung para atlet binaraganya.
“atlet kita kalau bisa teriak, pasti mereka teriak” ungkapan yang dilontarkan Kemalsyah Nasution yang merupakan mantan atlet binaraga yang juga manajer atlet PB PABBSI. Seakan menggambarkan keinginan besar para atlet untuk mendapat perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat.
Syafrizaldi dan Hendra Zein mengaku bahwa ketika mendapat juara di luar negeri seperti tidak dihargai di negeri sendiri. Maksudnya adalah euforia yang sangat berbeda sangat kental terasa ketika di negara lain mereka seakan diagungkan sementara di negara sendiri tidak ada kesan yang sama sekali berarti.
“Yaa kalau di negara orang kita disambut seperti orang penting sementara di negara sendiri pas pulang membawa medali juga yaa biasa-biasa aja, paling yang nyambut porter doang sama keluarga”, kekecewaan sangat nampak kala Hendra Zein melontarkan curahannya itu ditambah celotehan Dodi Syahputra “yaa kalau di bandara paling kita-kita aja yang bikin rame, diekspose media saja tidak, paling ditemani porter dan keluarga” yang seketika membuat gelak tawa diantara para blogger.
Kala itu juga berdasar penuturan Kemalsyah Nasution ada niatan untuk memisahkan cabang binaraga dari PB PABBSI seperti yang gue baca dari AntaraNews.com (baca). Kesejahteraaan atlet sangat ingin diwujudkan oleh Kemal, karena faktanya adalah ketika ribuan atlet sudah berhenti dari arena atau sudah tidak produktif lagi akan dikemanakan nantinya, ujar Kemal. Beliau juga sangat ingin mengembangkan industri binaraga ini karena kita ketahui bersama bahwa sekarang ini kemajuan industri fitness sangatlah pesat, semua anak muda termasuk gue pasti ingin badan yang bagus, pengusaha suplemen juga semakin berkembang pesat. “Kita harus gencar mencari bibit baru, mulai dari bangku sekolah seperti penerapan hidup sehat atau pengadaan ruang fitness di tiap sekolah”
Dari banyaknya keluhan dan curahan tersebut, sore itu dengan penuh keikhlasan Syafrizal berkata “Saya selalu bepikir Apa yang saya berikan kepada negara, dan bukan apa yang negara berikan kepada saya”. Sungguh mulia atlet binaraga indonesia ini, tapi menurut gue jelas itu tidak fair. Atlet merupakan suatu aset negara yang telah mengharumkan nama bangsa, terlebih lagi jika mereka berprestasi. Telah begitu banyak yang mereka berikan kepada negara, tapi begitu terbatasnya hal yang negara berikan kepadanya.
Hari ini gue belajar banyak dari para pahlawan negara yang konteks nya adalah atlet. Dialah Syafrizaldi seorang atlet penuh keikhlasan dan penuh kerendahhatian meski bagaikan raksasa di negeri orang dan bagaikan liliput di negeri sendiri, beliau tetap mengharumkan nama bangsa dengan perkasa.
[gallery ids="677,674,660,658" type="rectangular" orderby="rand"]
Sumber:
#BinaRagaRI
#PrestasiBinaRagaRI
#BinaRagadanFisikRI

Komentar
Posting Komentar