KEPABEANAN BERSIH BEBAS KKN
Jakarta oh jakarta, alangkah rumitnya hiruk pikuk kota ini. Segala pusat aktivitas kota ini terkadang jadi hal luar biasa yang harus gue eksplore lebih dalam lagi.
Kebetulan di pagi itu gue bersama kerabat gue mendapat kesempatan untuk datang ke acara yang diselenggarakan bea dan cukai. Diawal pemikiran gue, kegiatan itu hanyalah serangkaian acara yang lebih banyak berbual teori duduk di dalam ruangan, dan ternyata gue salah besar! Zonk! Let see...
Pagi itu gue berangkat sesuai meeting point yang dijanjikan Namun disini ada kerancuan yang membuat gue menunggu beberapa jam. Wajah semangat gue dan beberapa peserta lain seakan memudar karena menunggu. Ternyata point problem nya ada pada panitia yang kurang koordinasi mengenai lokasi penjemputan, Namun tak apalah daya gue sebagai peserta. *intermezo*
Yeay, bis pun berangkat disertai intruktur pendamping yang cukup keren. Gue bersama temen gue, Anjar menggenggam botol air mineral selama dalam bis karena tak sabar ingin sampai di tempat kegiatan. Sebab sang intruktur menjelaskan agenda kegiatan serta gambaran-gambaran unik tentang kegiatan ini seperti naik kapal pengawalan Bea & Cukai hingga jika beruntung dapat melihat senjata khusus yang hanya digunakan oleh Bea & Cukai.
Cukup membanggakan buat gue yang memiliki pengetahuan amat rendah tentang kepabeanan ini dapat memasuki restrict area dan beberapa area khusus yang tidak dapat dimasuki oleh kebanyakan orang.
Muatan barang ekspor dan impor disini nampak bertebaran rapi tersusun didalam kontainer-kontainer barang sehingga terlihat cantik apabila dijadikan angle photography. Di salah satu kontainer terdapat gambar bendera kebangsaan italia dan lo tau yang terpikir di otak gue pertama kali apa? Spagety bolognese haha
Yap gue dan rombongan akhirnya sampai di gedung utama pusat pelayanan Bea & Cukai yang terletak di tengah-tengah kerumunan kontainer pelabuhan tanjung priok. Cukup impressive dengan tampilan serta tatanan administrasi bagi pengurus pelayanan impor dan ekspor barang. Saat itu tepatnya gue naik ke lantai lima yakni ruang rapat yang dijadikan ruang tempat acara berlangsung. “Wow” dan “Heran” menjadi fokus gue adalah.... ternyata peserta yang mengikuti kegiatan tersebut bukanlah orang-orang tua saja. Namun justru kalangan mahasiswa tepatnya mahasiswa trisakti FE & FT serta mahasiswa ESQ Business school. Gue blogger yang kebetulan mahasiswa, eh maksudnya mahasiswa yang kebetulan blogger merasa atmosfer gue meningkat karena dibarengi dengan kalangan sejenis dan seusia gue.
Acara pun dimulai dengan sambutan dan penyampaian segala hal tentang kepabeanan. Ternyata tanjung priok merupakan pelabuhan ekspor-impor terbesar di indonesia lohh... karena menurut data Bea & Cukai, 70% kegiatan ekspor-impor di indonesia dilakukan di pelabuhan tanjung priok.
Tugas pokok Bea & Cukai terbagi kedalam 4 bagian yakni trade fasilitator, community protector, revenue collector, dan industrial assistance.
Berdasarkan data juga bahwa begitu banyaknya kontainer di pelabuhan tanjung priok yang apabila tidak di manage dengan baik akan terjadi staknasi karena jika dirata-ratakan terdapat 1800/ hari barang yang ada di pelabuhan tanjung priok. Disini menjadi kebimbangan bagi pihak Bea & Cukai dalam menerapkan risk management karena berhubungan dengan dwelling time atau waktu yang dibutuhkan selama barang masuk hingga barang keluar dari pelabuhan Bea & Cukai.
Pemasalahan yang kerap dieluhkan adalah apabila barang kontainer diperiksa dengan ketat maka dwelling time pun otomatis akan bertambah lama Namun Bea & Cukai tetap dituntut untuk mempercepat kinerja dan terus melakukan reformasi setiap tahunnya dengan mengedepankan perubahan ataupun terobosan-terobosan baru mulai dari inovasi tiap internal, optimalisasi pelayanan 24 jam setiap harinya.
Dalam mengantisipasi tindak korupsi, kolusi, nepotisme pihak Bea & Cukai memiliki budaya anti KKN yang dengan tegas disebutkan “Tolak”, “Catat”, “Laporkan” yang mana budaya tersebut wajib diterapkan disetiap instansi Bea & Cukai. Dalam pengawasannya sendiri pihak Bea & Cukai memiliki main control room yang mana berfungsi memantau setiap aktivitas karena telah dipasang kamera tersembunyi disetiap sudut penting pelabuhan tanjung priok, lalu juga adanya kebijakan reward and punishment bagi yang menerapkan atau melanggar budaya anti KKN tersebut.
Yeaaaay setelah mendengarkan dan berdiskusi dengan para pejabat tinggi Bea & Cukai, setelah ishoma akhirnya acara memasuki sesi yang gue tunggu, Naik kapal!
Kapal dengan ukuran 60 meter ini menurut penjelasan petugas digunakan sebagai pemantau dan menjemput kapal penyelundup yang sudah dilumpuhkan, kecepatanya memang tak secepat speedboat Namun kekuatan kapal ini cukup mumpuni untuk menarik kapal penyelundup. Menurut penjelasan petugas juga, suatu barang dikatakan ilegal apabila tidak memiliki surat ataupun berbeda dengan surat yang terlampir. Jadi jelas terlihat kapal yang ilegal akan melarikan diri dan melakukan perlawanan apabila melihat kedatangan pihak Bea & Cukai. Pada penerapannya kapal ini juga dilengkapi dengan senjata laras panjang dibagian depannya serta seluruh awak kapal akan diberikan senjata.
Setelah lelah berkeliling pelabuhan dengan kapal, kini gue diajak berkeliling mengenai mulai dari administrasi ekspor-impor hingga proses pemeriksaan dengan X-Ray khusus kontainer besar yang dinamakan Hi-Co Scanner. Secara teknis adalah truk berisi kontainer masuk kedalam ruangan khusus ber-radiasi sangat tinggi yang amat berbahaya karena 20 kali lipat lebih besar dibanding radiasi rontgen rumah sakit. Apabila ada manusia yang terjebak didalam ruangan tersebut karena semua sistem ditempat ini terintegrasi otomatis maka ada cara mematikan sistem dari dalam ruangan sewaktu-waktu terjadi kecelakaan kerja ataupun kesalahan. Yaaa menurut gue alat ini cukup keren meski telah ada sejak 2001 dimana detil susunan barang sejenis dapat terlihat di layar monitor ruang kendali ini.
Yaaa intinya setelah menjalani serangkaian kegiatan gue bersama Bea & Cukai dalam rangkaian hari anti korupsi ini membuka pikiran dan wawasan gue tentang betapa berusahanya Bea & Cukai dalam meningkatkan kinerja dan kualitasnya melakukan setiap reformasi mulai dari masa pemerintahan ibu Sri mulyani hingga pemerintahan sekarang ini. Budaya-budaya anti korupsi juga sangat tegas diterapkan oleh pihak Bea & Cukai yang didukung dengan berbagai controlling yang semakin ditingkatkan pihak Bea & Cukai.
(Tolak Catat Laporkan)
Customs Visit Day (Hari Anti Korupsi 9 Desember)
[gallery ids="646,645,644,643,642,641,640" type="rectangular" orderby="rand"]
waaah keren yaa binaraga RI !
BalasHapus