Remaja Galau dengan Cerita Dietnya (MY 7-DAYS FRUIT DIARY)

new-SUNPRIDE-logo-1200px


Gue bisa dibilang sebagai anak muda gaul zaman sekarang. Badan gue sempet tidak beraturan mulai dari gemuk kurus ke gemuk lagi bagaikan balon yang dapat kembang-kempis kapan saja. Kebiasaan gue sejak kecil itu seketika terbawa hingga memasuki fase kuliah seperti sekarang terlebih ketika gue kerap mendapat suatu masalah, salah satu perubahan yang sangat terlihat adalah pola makan gue yang bombastis !


Sejak dulu petuah dari nyokap bokap gue adalah “Jangan pacaran dulu nak, sekolah saja yang bener nanti setelah sukses baru cari cewek”. Sebuah perkataan mengerikan yang setelah mendengarnya membuat gue merasa kikuk dan terdiam sambil menggerutu dalam hati.


Cuma satu masalah yang sudah mainstream buat anak muda zaman sekarang, galau. Suatu fase ketika berbagai perasaan aneh berkumpul tercampur aduk menjadi sebuah adonan yang sangat lezat. Bahkan ketika galau, berbagai hal seakan gue kaitkan dengan makanan seperti yang terjadi barusan.


Menyikapi pola makan gue yang bombastis, maaf sekali lagi “Bombastis” yang gue sendiri bahkan tidak sadar kerap melampiaskan perasaan gue kedalam makanan didepan gue, karena seketika saat galau gue merasa jadi orang paling menderita di dunia ini. Seketika juga berat badan gue meningkat drastis.


Sampai pada suatu sore gue seakan bertemu obat penawar hati. Seorang teman lama yang kebetulan memiliki paras yang sangat menawan kembali bertemu melalui jejaring sosial sebut saja Blackberry Messenger. Ketika itu gue yang memulai percakapan padanya dan respon nya pun positif, gue mulai melakukan jurus andalan dengan diawali basa basi “Hey lagi apa”, “Lagi dimana”, dan seterusnya sampai akhirnya karena sudah hampir dua tahun tidak bertemu, kami berinisiasi untuk ketemuan (eciyee). Kali ini gue yang akan jemput dia setelah ia selesai dengan pekerjaannya. Eitsss gue kerap memanggil si penawar ini dengan sebutan “kakak” karena sejatinya memang usia nya yang terpaut tiga tahun lebih tua dari gue.


Tadaaaaa gue pun tiba dengan penuh semangat di tempat si penawar bekerja, cukup lama gue menunggu  dan akhirnya si penawar memanggil gue dari kejauhan “Anggaaaaaaa”, pandangan gue pun teralihkan. Padahal saat itu gue sengaja parkir cukup jauh dan sengaja tidak melepas helm gue Namun gue tetap dikenali meski dua tahun tidak bertemu.


Kalimat pertama yang terucap dari mulut sang penawar adalah “Kok gemuk sekali sekarang” dengan logat khas yang ia miliki. Si penawar yang kebetulan bekerja di bidang kesehatan serta seorang ahli kesehatan sehingga sangat mengerti tentang gizi penting dalam tubuh terkadang membuat gue merasa nyaman bercerita dengannya. Sosoknya yang begitu lemah lembut dan merupakan pendengar yang baik terkadang menjadi suatu kenyamanan tersendiri buat gue. Eitssss tunggu dulu, penawar yang gue maksud disini adalah penawar hati ketika gue galau, dan bukan karena gue memiliki perasaan khusus.


Si penawar banyak memberikan gue nasihat mengenai berat badan gue yang semakin meningkat ini. Salah satu cara termudahnya adalah dengan mengkonsumsi buah, sayur sambil diiringi dengan olahraga yang cukup. Entah mengapa perkataan dan nasihat nya bagaikan perintah yang mudah gue lakukan di alam sadar gue sehingga dengan senang hati gue lakukan keesokan harinya.


Hari pertama gue bangun lebih pagi dari biasanya untuk berolahraga. Wuihh badan gue berasa sakit karena gue yang sudah lama tidak melakukan olahraga berat. Seusai gue olahraga langsung disambut dengan buah dirumah sebagai sarapan, itulah apel kesukaan gue tanpa dikupas, tanpa dibelah melainkan hanya digigit secara langsung hingga berbunyi “Kreekkk kreekk” tanda buah tersebut masih terjaga kesegarannya yang nyokap gue memang selalu memiliki stok buah Sunpride di lemari pendingin.


Hari kedua gue menjadi semakin termotivasi dengan si penawar, pasalnya hari kedua gue kembali menjemput si penawar saat pulang kerja. Semakin banyak cerita dan semakin termotivasi diri ini untuk menurunkan berat badan gue. Meski gue tahu hidup sehat amatlah penting dan turunnya berat badan adalah sebagai bonus dari pola hidup sehat gue. Sesampainya dirumah si penawar, gue diminta untuk mampir sejenak dan taadaaaaa gue disajikan dengan buah yang kaya akan vitamin C yakni jeruk, yak jeruknya agak sedikit berbeda karena ini jeruk baby lokal yang berukuran sangat kecil. Namun inilah kesukaan gue karena rasanya yang tidak asam dan cenderung manis.


Hari ketiga gue diawali dengan cuaca yang kurang bersahabat, yak gue kehujanan. Namun dalam hati gue tidak takut, “toh gue kemarin banyak vitamin C” Ucap gue dalam hati, karena dalam buku yang gue pelajari vitamin C sangat baik menjaga daya tahan tubuh serta mencegah timbul nya penyakit seperti masuk angin dan lain-lain. Yak hari ini sebenernya gue berencana untuk makan rujak yang sangat terkenal di kota gue, simpang rujak namanya. Namun entah kenapa justru berbelok ke supermarket dan melirik beberapa buah. Sesampainya di supermarket, sekelompok buah jambu guava segar seakan memanggil-manggil gue. Tanpa basa-basi gue menghampiri stand buah jambu guava itu dan ternyata sunpride. Setelah ditimbang ternyata harga nya tidak sesuai perkiraan gue, murah banget!


Hari keempat sisa buah jambu guava gue kemarin masih tersimpan di lemari es dan gue berencana untuk membuat jus jambu guava favorit gue. Tadaaa hitung-hitung sebagai sarapan pendukung program diet gue. “Rasanyaaaaa bener-bener favorit sekali”, Ucap gue kepada rumput yang bergoyang.


Hari kelima gue teringat kepada salah satu teman gue yang kebetulan berkewarganegaraan amerika. Dia merupakan salah satu ahli gizi di negaranya dan pesan yang gue ingat adalah “Dia sangat suka makan pisang” tentu bukan tanpa alasan, karena dalam buah pisang terdapat kandungan potasium yang sangat tinggi dan sangat baik untuk menunjang diet, ujarnya. Sehingga ketika gue ingat pisang, seketika gue ingat dengan teman gue tersebut. Di hari kelima ini ternyata salah satu sahabat gue mengalami sesuatu yang aneh pada perutnya, ternyata penyakit maag-nya kambuh. Nah masalah nya adalah dia tidak membawa obat pribadinya, disinilah gue akan bereksperimen karena menurut artikel yang pernah gue baca sebelumnya buah pisang  dapat mengobati maag karena buah pisang memiliki zat penangkal asam dalam tubuh sehingga dapat meredakan penyakit maag. Eitss pasti gue terdengar jago hehe tapi sebenernya tidak, itulah manfaat kita membaca dan gue memang senang dengan hal berbau biologi dan kesehatan karena kebetulan gue dulu juara olimpiade biologi... itu dulu sekali kok hehe.


Hari keenam gue mendapat kiriman buah dari tante. Terima kasih tante atas buahnya, tapi terpikir dalam hati gue “Kok kirimannya nanas semua ya”, ternyata eh ternyata tante yang sangat hobby dengan buah ini tengah mengandung dalam perutnya dan buah nanas ini merupakan stok nanas sunpride pada lemari es nya sehingga diberikan secara cuma-cuma ke gue karena tidak ada yang suka buah nanas dirumahnya selain dia. Yaaap buah nanas ini memang berbahaya untuk ibu hamil karena berefek sebagai abortivum atau sejenis zat yang dapat menggugurkan kandungan. Namun ditangan orang yang sedang diet, inilah buah yang paling tepat karena dapat melancarkan BAB. Zaman sekarang ini sedang tren nya membuat air infus yakni air yang diberi tambahan buah yang mengandung antioksidan tinggi sehingga baik untuk kesehatan dan baik untuk para dieterssss. Tak lama gue langsung membuat air infus dari nanas berhubung nanas masih dingin karena baru dikeluarkan dari lemari es. Hmm yummy and healthy!


Hari ketujuh gue sangat ingin mengecilkan perut gue satu ini, daripada gue membeli obat pencahar lebih baik gue segera ke toko buah untuk membeli buah yang dapat melancarkan BAB salah satunya yaitu pepaya dan melon. Pepaya nya merah banget broo! dan melon nya ijo royo royo gitu, dan yang terpenting setahu gue dalam buah tersebut banyak mengandung serat yang baik untuk pencernaan. Tanpa lihat harga gue langsung membeli nya untung saja dompet mahasiswa ini cukup hehe. Dalam hati gue terbesit untuk mengkombinasikan dua buah ini menjadi satu jus, daaaannn mari mencoba. Rasanya agak sedikit aneh namun tetap manis, dan ternyata eh ternyata buah melon banyak mengandung vitamin A yang sangat baik untuk mata dan buah pepaya yang banyak mengandung vitamin C untuk imunitas tubuh. Waduh semakin sehat saja tubuh gue ini.


Beginilah cara gue untuk hidup sehat, bahagia dengan cara mudah dan murah yakni dengan mengkonsumsi buah terutama buah lokal yang bermerek sunpride karena Sunpride merupakan distributor buah lokal yang telah terpercaya kualitas dan eksistensinya. Satu hal yang gue pelajari adalah tujuan gue mengkonsumsi buah dan hidup sehat bukan semata-mata untuk diet. Namun diet itulah yang menjadi bonus apabila gue teratur hidup sehat karena dalam sebuah seminar dikatakan diet tidak akan berhasil apabila tidak diniati dalam hati serta harus dijadikan pola hidup. Inilah curhatan gue selama 7 hari mengkonsumsi berbagai buah lokal sunpride. Mana curhatan-mu ?


#100persenbuahnusantara


#fruitsummit2015


#livingfunandhealthy


@Sunpride


 Produk buah lokal dari Sunpride introduction-02

Komentar

Postingan Populer