Sebuah Nama Sebuah Cerita “Blogger Reporter Indonesia”
Sebuah nama yang cukup berkelas buat gue “blogger reporter” bagaikan dua buah pekerjaan yang dijadisatukan menjadi suatu job yang sangat istimewa. Tergabung dalam komunitas “Blogger Reporter Indonesia” menjadi awal karir gue di dunia komunitas blog. Ini komunitas pertama yang gue sambangi. Sudah hampir sekitar lima bulan gue bergabung dalam komunitas ini. Rasa canggung, malu, risih, dan pesimis ketika pertama kali bertemu rekan-rekan blogger serta penulis di komunitas ini membuat decak kagum gue saat itu bahkan hingga sekarang.
Blogger Reporter, satu hal yang gue suka dari komunitas ini “Disiplinya itu Bro”. Sang admin yang menjadi juru kunci di komunitas ini tidak segan apabila membernya tidak patuh pada peraturan akan dikenakan sanksi teguran bahkan hingga di kick. Gue yang notabene kerap dapat teguran karena sering telat juga kadang was-was akan hal itu, Garang banget.
Namun buat gue komunitas ini bagai landasan pacu buat gue gemar menulis di blog. Jujur saja dua tahun belakangan sebelumnya blog yang gue miliki gak pernah dikasih makan alias gak pernah ada tulisan di blog gue bahkan bisa dibilang blog hanya diisi ketika ada momentum tertentu itupun bisa dihitung dengan jari.
Komunitas ini bikin gue jadi produktif. Makasih terutama buat sang admin yang pada bukber yang gue hadiri hari selasa di restoran warung daun cikini (7-7-15). #BukberBRID Yap kegiatan kali ini mempertemukan segenap anggota, admin hingga leader sekaligus founder komunitas ini “Hazmi Srondol” Namanya di dunia maya ini. Namun justru yang jadi trending topics adalah salah satu admin yang begitu concern serta kerap mengkritik pedas anggotanya ialah “Ahmed” panggilan sederhana itu membuat semua peserta bukber kala itu sangat ingin bertemu dan tatap muka dengan beliau, seperti yang disampaikan saat seremonial kesan dan pesan ketika bergabung dengan blogger reporter indonesia mengatakan dialah admin terfavorit.
(foto kesan pesan anggota BRID)
Kegiatan buka bersama kali ini disponsori oleh indosat dengan promo jagoan barunya #KetupatIm3 dimana pelanggan indosat dapat memilih paket sesuai kebutuhan yaitu paket santan (SMS terus2an), paket opor (Online pol ramadhan), dan terakhir paket komplit (Internet, Nelpon, dan SMS).
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ibu Amy Atmanto, seorang perancang busana terkenal di Indonesia yang terkenal dengan kata mutiaranya “Tak ada wanita yang tidak cantik, yang ada hanyalah wanita yang tidak tahu membuat dirinya menjadi cantik”. Kegiatan ini juga dihadiri oleh ibu Yenni Wahid yang banyak menceritakan tentang sejarah Bapak Indar Atmanto yang kini mendekam di LP Sukamiskin. Bapak Indar yang telah membawa industrialisasi di bidang internet ini justru disalahkan dan dipenjarakan. Miris memang ketika orang yang telah berjasa bagi negeri ini kadang justru terus “disalahkan” dan “dihentikan”. Sehingga kita pengguna internet harus terus mendukung bapak Indar Atmanto dengan berbagai cara salah satunya yaitu dengan melakukan voting pada beberapa situs yang bertujuan untuk mendukung bapak Indar Atmanto.
Keakraban pada kegiatan kali ini sangat begitu terasa karena bersamaan dengan momentum bulan suci ramadhan, dengan dipandu oleh pembawa acara mas Ulish Anwar yang sekaligus penulis buku “The art of communication” semakin menambah keseruan dimata gue. Sehingga acara puncak yang ditunggu-tunggu pun tiba. Tadaaaaaa adzan berkumandang dengan syahdu membuat para peserta segera menyantap hidangan yang telah disediakan oleh pihak warung daun cikini.
(Courtesy BRID)
Keakraban kali ini ditambah dengan pembagian bingkisan dengan pemanggilan satu per satu nama peserta sehingga gue bisa tahu dan ingat hampir semua peserta bukber kali ini dan seperti biasa diselesaikan dengan salam-salaman karena jelang lebaran.
Kesimpulannya buat gue, Blogger Reporter Indonesia (BRID) ibarat keluarga kecil gue yang sangat memotivasi gue untuk menulis. Meskipun peraturan-peraturan itu ada dan mengekang, Namun gue suka itu karena agar lebih menantang gue untuk dapat lebih cerdas membagi waktu.
Dua kata dari gue buat Rekan BRID, Indosat, Founder BRID, Admin BRID. “Terima Kasih”
Pesan terakhir gue yang mungkin mewakili semua anggota BRID “Minal aidin wal faidzin” sampai ketemu di lebaran nanti dan “we will need ur critical on our report”
#BukberBRID







Komentar
Posting Komentar