My First Love Ramen!

My First Love Ramen!


Ini tulisan gue!


Sejak kecil hingga dewasa gue merupakan anak yang baik hati penyayang dan tidak sombong Namun tidak rajin menabung. Badan gue sempet gak beraturan mulai dari gemuk kurus ke gemuk lagi bagaikan balon yang dapat melar kapan saja. Gue kadang jarang punya banyak teman, teman gue paling hanya beberapa saja hingga bisa dihitung hanya dengan seperempat jari tangan alias sekitar hanya dua atau tiga orang saja. Karena jarang punya teman, gue biasanya pulang sekolah hanya menyendiri merenung yang menenangkan gue.


Kebiasaan itu terbawa hingga gue beranjak remaja seperti sekarang ini. Namun masalahnya berbeda dengan ketika gue masih SD dulu yang masalahnya paling Cuma satu yaitu lupa bawa duit ke sekolah hingga uang jajan gue kurang. Masalah sekarang ini kompleks banget, ribet seribet memainkan rubik bentuk piramida. Cuma satu masalah anak muda jaman sekarang kayak gue. Galau!


Nyokap bokap gue dari dulu ratusan kali bilang “Jangan pacaran dulu nak, sekolah saja yang bener jadi orang sukses baru deh cari cewek”. Perkataan yang setiap kali gue dengar jadi merasa kikuk aneh sendiri. Mudah dikatakan tapi susah dilaksanakan ma “ucap gue dalam hati”


Saat ketika gue galau, gue merasa jadi orang paling menderita di dunia fana ini. Namun ketika galau gue ilang gara-gara suatu hal, tiba-tiba gue ngerasa jadi orang yang paling bego kalau galau cuma gara-gara seorang perempuan.


Kebiasaan gue yang lain adalah semua temen gue pasti tau kalo gue lagi galau karena keliatan dari jumlah porsi makan gue yang drastis meningkat, meski gue emang selalu paling banyak kalo makan.


Sampai pada suatu sore, ketika kegalauan gue memuncak. Handphone gue tiba-tiba bergetar seakan menunjukan ada pemberitahuan menanti. Ternyata dari salah satu akun media sosial gue. Kebetulan pemberitahuan itu berasal dari komunitas tempat gue berkecimpung. Ternyata ada undangan launching menu chicken ramen dari restoran jepang bernama IPPUDO Indonesia. Bak kecepatan cahaya, tangan gue langsung menyambar untuk konfirmasi kehadiran undangan tersebut sebagai penghilang galau.


Menjelang malam teringat perkataan teman gue yang berkata “eh akhi, restoran jepang itu kebanyakan gak halal tau dari peralatan yang dipakai kadang sembrono digunakan asal-asalan”, Sehingga membuat gue berpikir sambil kayang, “jadi datang gak yaa ntar dosa diomelin emak!?”


Akhirnya gue memberanikan diri untuk ikut serta undangan tersebut yang kebetulan berada di pasific place. Terpampang di depan restoran tersebut “IPPUDO Indonesia


Pandangan gue terhadap negara jepang sangatlah baik meski gue gak lupa sejarah kalo jepang sudah pernah menjajah negara gue. Namun sedikit terbesit di hati gue untuk berterima kasih pada jepang karena bangsa gue jadi punya semangat untuk merdeka akibat cara menjajah jepang yang sangat sadis dibandingkan belanda yang ratusan tahun menjajah negara gue.


Kembali ke restoran IPPUDO Indonesia, restoran ini dirancang tidak memakai pintu karena sesuai dengan suasana aslinya di jepang. Pertama kali gue menginjakan kaki percis satu langkah memasuki restoran ini, tiba-tiba gue diteriaki kata “Irassaimase”, jelas gue bingung dong “siapa yang ulang tahun nih kok teriak-teriak” dalam hati gue. Setelah sempat gue browsing tapi gak ketemu artinya gara-gara salah input kalimatnya akhirnya karena penasaran gue pun bertanya kepada pelayan yang mengantarkan jus strawberry ke meja saya “mba, tadi teriak itu apa ya artinya”, mba nya menjawab “oh itu artinya selamat datang mas” ujar mba pelayan yang berbisik terlalu dekat ke telinga gue karena suasana yang ramai. Karena merasa aneh gue segera menyeruput strawberry di depan gue, merahnya itu semerah bibir nyokap gue kalau kondangan, sungguh menarik. Rasanya beuh berasa seperti lagi makan strawberry bareng raisa atau bareng anisa cherrybelle, manis ga pake asem! Ditambah lagi soda di dalam jus itu melengkapi manisnya hidup gue move on dari kegalauan.


20150526_190348


(Gambar jus strawberry khas IPPUDO)


Kala itu gue merasa sangat terhibur dengan beragam ornamen-oranamen propertis pada restoran IPPUDO ini, gue benar-benar bagaikan dibawa langsung terbang ke jepang karena mulai dari lukisan dinding, meja hingga pelayanannya keseluruhan hampir menggunakan bahasa jepang.


Desert atau hidangan pembuka gue dengan cepat datang ke meja gue.


20150526_191610


(Hidangan appetizer menu pembuka di IPPUDO)


Gue merasa enggan untuk menyantap hidangan tersebut, ga tega karena tampilannya yang secantik Luna maya dan seimut Agnes. Namun mau tidak mau, suka tidak suka itu tetap lah sebuah makanan yang memiliki takdir untuk dimakan, dan itu 100% halal!


Jadi teringat kondisi dimana gue lebih memilih makan mie ayam dibanding makan ramen karena takut tidak terjamin kehalalanya. Karena ternyata IPPUDO Indonesia teruji menjamin kehalalan makanan mulai dari bahan hingga peralatan yang dibedakan, misalnya mulai dari mangkuk yang dibedakan warnanya dan didatangkan langsung dari jepang, sumpit yang bentuknya berbeda, hingga sendok yang juga dibedakan warnanya.


Selanjutnya yaitu adanya demo bagaimana tata cara memakan ramen terkhusus buat gue dan rekan lainnya yang belum pernah makan ramen. Ternyata cara makannya unik berbeda sedikit seperti cara makan adik gue kalo lagi makan mie instan. Caranya yaitu dengan disruput atau dihisap dengan mulut, karena kontur mie ramen yang sangat kenyal membuatnya tidak mudah putus ketika dihisap seperti yang dicontohkan mister mikami, chef restoran ini. Ia dapat mengisap mie ramen dengan sangat banyak sekali hisap hingga bunyinya terdengar “srupuuuttttt” sekitar empat detik lamanya.


Si bule jepang mister mikami benar-benar membuat gue ingin segera mencoba chicken ramen di restoran ini. Ada dua jenis menu chicken ramen yaitu Spicy Chicken Ramen  yang merupakan ramen dengan rasa sedikit pedas manis membuat badan serasa segar kembali dan Tokyo Chicken Shoyu Ramen yang merupakan ramen dengan rasa asli ramen jepang.


Pesanan gue akhirnya datang, Tokyo Chicken Shoyu Ramen. Dibayangan gue adalah ramen dengan rasa asli jepang yang dapat membuat rasa galau gue hilang, dan lagi-lagi gue merasa ga tega mau memakan ramen ini serasa pengen gue jadikan pacar saja! Namun sekali lagi itu hanyalah makanan yang memiliki takdir untuk dimakan.


20150526_190145


(Tokyo Chicken Shoyu Ramen)


Gue dekatkan mangkuk dengan tangan kanan gue hingga mencapai posisi yang sempurna untuk memakannya, sendok dan sumpit telah siap tersedia untuk memudahkan gue dalam proses makan kali ini. Terasa sedikit hangat ketika menyentuh mangkuk itu, setelah gue coba mengambil kuah kaldu dengan menggunakan sendok, rasa yang pertama menyentuh lidah gue adalah “Panas banget”. Namun itulah inti memakan ramen yaitu disajikan dan dikonsumsi selagi panas karena rasanya akan berbeda jika ramen sudah dingin. Inilah keistimewaan yang gue suka dari restoran IPPUDO Indonesia, “mengganti mie ramen ketika sudah dingin” eitssss jangan senang dulu, maksudnya adalah mengganti apabila lo sedang pergi ke rest room atau toilet sehingga membuat ramen menganggur dingin. Sekali lagi bukan hanya dihangatkan Namun Diganti dengan yang baru!


Mie ramen yang kenyal dengan tekstur panjang dibuat langsung di dapur IPPUDO yang sempat gue intip dapurnya dengan standar orang jepang, bersih banget!


20150526_190504


(Dapur IPPUDO Indonesia)


Gue pengen nambah ramen ini tapi perut gue ini sepertinya sudah melar akibat ramen alias kekenyangan ramen dengan kata lain porsi nya cocok dengan orang indonesia seperti gue. Oh iya satu lagi mengenai ramen ini kaldu nya yang direbus dengan api kecil dengan waktu 10 jam lebih sehingga rasanya benar-benar lumer di mulut bahkan seketika rasa galau gue lupa!


Ramen ini bener-bener menghilangkan kegalauan gue hari ini, rasa panas nya seperti melelehkan gue.


Tiba-tiba ketika gue ketawa kalo mikir galau Cuma gara-gara seorang cewek. Langsung dengan tegas gue berkata “galau? Ngapain, ngotorin pikiran aja!”.


Sekian dulu cerita kisah cinta pertama gue dengan ramen pertama gue di IPPUDO Indonesia. Lo bisa temuin ramen yang halal di pasific place jakarta lantai 5. Buat akhi ukhti, ikhwan maupun akhwan muslim dan muslimah dapat dengan leluasa hadir menikmati ramen di restoran ini karena cukup banyak perempuan berhijab yang makan di restoran ini sehingga secara tidak langsung memotivasi gue untuk memulai pencarian baru gue demi mengusir kegalauan untuk selamanya. Namun yang paling penting IPPUDO Indonesia bikin gue cinta pertama sama ramen jepang. Kecanduan gue dibuatnya!


NB:


silahkan kunjungi IPPUDO Indonesia di Pasific Place Jakarta


instagram @IPPUDOIndonesia


twitter @ippudoIDN


#IPPUDOIndonesia


#IPPUDOChickenRamen


20150526_184532


20150526_183449


IMG_20150527_063308

Komentar

Postingan Populer