it was a rainbow of my school
lagi bongkar-bongkar flasdisk nih ceritanya, eh ga sengaja ketemu seonggok file waktu SMA dulu hahhaa... this is it.....
The Rainbow of my School
Terkadang segala hal memiliki makna yang tersirat sehingga apapun yang ada didalamnya bisa bernilai lebih dari apa yang kita bayangkan saat ini. Begitu juga dengan sekolah tempat dimana saya bersekolah. Pertama kali menginjakan kaki di kota batam, kota industr yang sedang berkembang cukup pesat ini ditambah lagi cuaca dan suhu yang cukup panas, sementara saya lahir dan besar di ibukota.
Tujuan pertama yang saya incar tentu sekolah “negeri” yang notabene cukup popular. Tapi kenyataannya justru mengecewakan karena tidak sesuai harapan. Akhirnya pilihan selanjutnya pun menanti sebuah sekolah agama (MAN). Kata orang ada cinta pada pandangan pertama, ya saya mencoba untuk mempercayai itu meskipun saya belum merasakannya pada sekolah ini.
Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu saat melaksanakan kegiatan MOS (masa orientasi siswa). Datang dengan penuh semangat karena berharap akan merasakan sesuatu yang berbeda pada sekolah ini, tentunya dengan bahasa dan logat yang berbeda-beda pasti akan membuat saya merasa sedikit aneh karena disinilah saya pertama kali berkomunikasi dengan warga asli di daerah ini, untung saja mereka semua seumuran saya.
Ketika sampai ditempat tujuan, saya heran karena saya merupakan siswa pertama yang datang pada saat itu. Kebingungan dan kejenuhan melanda pada saat itu. Akhirnya ada salah seorang siswa yang dating sehingga sempat terjadi perbincangan singkat antara kami berdua. Rasa gugup karena belum terbiasa menggunakan kata-kata serta logat di daerah ini membuat saya terlihat sangat kaku dalam berbahasa. Setelah cukup lama berbincang akhirnya sekolah ini mulai ramai dan bel pun bordering tanda kegiatan akan segera dimulai. Dengan rasa gugup karena sempat tidak membawa salah satu barang bawaan yang diperintahkan senior, terpikir dalam hati “bakalan kena hukum deh’’. Ternyata diluar dugaan cukup banyak siswa yang juga seperti saya. Rasa bangga bercampur malu terus membayangi saya, sebab hampir semua siswa,senior serta guru-guru pun ikut menanyakan tentang asal sekolah saya karena saya satu-satunya siswa pindahan dari Jakarta. Tapi ternyata setelah saya telusuri lebih lanjut ada beberapa siswa juga yang merupakan pindahan dari luar kota dan senasib seperti saya. Saya merasa cukup senang karena bisa bertemu dan berteman dengan siswa dari berbagai daerah di Indonesia. MOS kali itu berjalan cukup menegangkan pasalnya sering terjadi cekcok antara senior. Keributan suara kaleng yang merupakan salah satu tugas pun semakin menambah suasana semakin tak terkendali. Namun terkadang kelucuan pun sempat terjadi di sela-sela ketegangan tersebut. Kebersamaan menjadi hal yang paling ditonjolkan dalam kegiatan ini. Disini juga saya bisa menjumpai berbagai bakat dan hobi unik teman-teman saya. Now I believe that all of us are not same, we have specifitly.
hari-hari disekolah ini berjalan sangat menyenangkan sehingga sangat tidak terasa bahwa saya sudah menginjak kelas 3. Terasa seperti hanya baru kemarin saya datang ke sekolah ini. Hari-hari berlalu mulai dari dihukum besama-sama, study tour mengikuti berbagai kegiatan dan lomba, sampai membuat guru menjadi jengkel. Itu semua kami lakukan apa adanya mengalir seperti air. Terbayang ketika masih duduk dikelas 1 maupun 2, betapa senangnya saat jam pelajaran berakhir, namun hal nya justru kami menyesal dan merindukan sekolah ini. Dan tak lama lagi UN (ujian nasional) pun menanti dan membayangi bagaikan sebuah dinding besar yang membuat jantung berdegup cepat. Resah akan sebuah kata yaitu “LULUS” atau “TIDAK LULUS”. Berbagai hal pun dilakukan guna memperkecil kemungkinan terburuk. Tentu semua dari kita berharap untuk lulus. Terbayang ketika saat perpisahan nanti semua wajah merona bahagia namun disela kebahagiaan tersebut terselip kesedihan dan kerinduan yang berkepanjangan akan hal-hal yang terjadi pada masa SMA.
SMA bukan sekedar putih abu-abu, bukan sekedar identitas,SMA tidak identik dengan tawuran dan bukan hal yang dianggap tabu. Namun SMA ialah sebuah rainbow yang luar biasa dan didalamnya terdapat hal yang tidak akan pernah dilupakan hingga akhir hayat. Beragam makna kehidupan dimulai disini dengan atau tanpa adanya paksaan. Mulai dari berbagai lelucon dan candaan, serta menyatakan perasaan kepada lawan jenis, sampai lawan jenis menyatakan perasaannya kepada kita.
When the days come we never realize that it can be lost, seems like our school. That’s like a rainbow which is colorful. Many people over here and absolutely many dreams over here. Ours time belonging to yourself. Every times we did something together and it will stay forever in ours mind
Salam saya,
Angga adi widodo
Komentar
Posting Komentar